DPR Keberatan Perda Syariat Islam

Liputan6.com, Jakarta: Sebanyak 56 anggota DPR mengeluarkan petisi keberatan terhadap sejumlah peraturan daerah bernuansa syariat Islam di beberapa daerah. Gayus Lumbuun, selaku penggagas petisi menilai, perda-perda tersebut melanggar undang-undang. "Kami hanya meminta untuk dievaluasi," ujar anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu di Jakarta, baru-baru ini.Terkait hal itu, pemerintah melalui Departemen Dalam Negeri akan menginventarisir perda yang telah dibuat. Pemerintah juga akan mereview perda di tingkat daerah dan selanjutnya mengevaluasi perda sesuai undang-undang.

Perda bernuansa syariat Islam salah satunya diberlakukan Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 451/2712/ASDA.I/2001, lahirlah Gerbang Marhamah (Gerakan Pembangunan Masyarakat Berakhlakul Karimah). Salah satu wujud pemberlakuan SK tersebut, aparatur Gerbang Marhamah dibantu masyarakat merazia pemakaian jilbab.

Selain Cianjur, terhitung ada 22 daerah yang menerapkan perda bernuansa syariat Islam. Di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan misalnya, diberlakukan Perda Minuman Keras serta zakat, infak, dan sedekah. Demikian pula di Kota Madya Tangerang, Banten yang dipayungi Perda Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pelacuran.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta semua pihak tak perlu khawatir. Selama tidak bertentangan dengan hukum positif yang berlaku, perda-perda bernuansa syariat Islam tidak perlu direvisi. "Bukan suatu kesalahan kalau agama mempengaruhi hukum negara. Begitulah di mana-mana terjadi," jelas Kalla.

Bila dicermati lebih mendalam terkait persoalan tadi, ada sisi positif yang berpengaruh terhadap prilaku masyarakat. Di Kabupaten Bulukumba, penerapan perda bernuansa syariat Islam terbukti mampu menurunkan angka kriminalitas. Kasus pencurian misalnya, dari berjumlah 78 kasus, kini menurun drastis hingga nol. Demikian pula perkosaan yang sebelumnya 41 kasus menjadi nol.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)

~ oleh Teknisoft pada 17 Juni, 2006.

11 Tanggapan to “DPR Keberatan Perda Syariat Islam”

  1. Selamat atas dibukanya web site baru di Kota Garut, menambah jaringan dunia maya yang dapat diefektifkan untuk masyarakat Garut, dalam rangka pengembangan ekonomi berbasis silaturahmi. Kami sangat berharap berbagai informasi terbaru dapat tercover melalui Web site baru ini, untuk dijadikan bahan bagi pengembangan perogram jaringan pengembangan ekonomi berbasis silaturahmi, baik informasi usaha maupun pendidikan.
    Para pelaku ekonomi di Kabupaten Garut, dihimbau untuk lebih jeli dan menyadari pentingnya silaturahmi dalam pengembangan perekonomian daerah, yang akan memberi nilai tambah pada setia hasil yang diraih.
    Segala usaha terbimbing tuntunananNya, walau memang tidak mudah untuk pelaksanaan dilapangan, kita sadar yang dinilai itu bukan lagi hasil tapi kesungguhan ihtiar yang dilandasi keiklasan semata-mata hanya karena Allah.
    Setiap hasil yang dicapai, adalah kehendak Allah.
    Terus maju Webmaster Garut !
    Eksen local jangkauan Internasional,
    Terimakasih juga kepada Dhi-M Warnet yang telah mempasilitasi berbagai peogram pengembangan ekonomi umat berbasis silaturahmi

  2. DPR Keberatan Perda Syariat Islam

    ————–==================————

    Kenapa hal itu harus diributkan. Apa Anggota DPR sudah tidak ada kerjaan yang lain. masih banyak PR-PR yang belum terselesaikan.

    Dan seandainya benar syariat ISLAM itu di Berlakukan, apa negara kita sudah siap? Kalau masalah itu sebaiknya di timbulkan dari DIRI kita – KELUARGA – SAHABAT dan LINGKUNGAn kita dahulu. Kalau Dari Komunitas Kecil sudah terbentuk NISCAYA akan berjalan sendiri tanpa ada perintahnya wong sudah jelas jelas diperintahkanNYA.

  3. mungkin ini juga salah satu tugas DPr sebagai badan legislatif yang memiliki fungsi membuat uu beserta bupati untuk mendiskusikan masalah ini. ini terkait dengan masa depan kota garut…
    tapi saya kira hanya sekedar usulan dari saya,,,DPR mestinya melihat dulu beberapa asas-asas pembentukan undang2 dan asas muatan materi pembentukan undang2. dengan demikian DPR tidak perlu repot lagi memikirkan permasalahan tersebut. satu hal yang perlu difikirkan,,,,undang2 dibentuk untuk mensejahterakan rakyat.

  4. untuk anggota DPR,,,ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan,
    1. perda tidak boleh diundangkan karena hanya untuk menyenangkan umat islam saja sedangkan esensinya tidak ada,yang malu umat islam sendiri kalau ada kesalahan
    2. semua undang2 harus berdasarkan asas isi muatan materi pembentukan undang2 dan asas pembentukan undang2
    3. undang2 tersebut tidak boleh bertentangan dengan undang2 yang lebih tinggi.
    4. sebaiknya undang2 khususnya perda harus timbul dan berkembang di masyarakat, dalam artian harus ada andil masyarakat dalam pembentukan perda.

  5. ya begitulah kalau kekuasaan umat islam yang berjuang karena allah di badan legeslatif cuma dikit

  6. [...] Posted on October 12th, 2007. DPR Keberatan Perda Syariat Islam [...]

  7. Hey! This is my 1st comment here so I just wanted to give a quick shout out and say I
    truly enjoy reading through your blog posts. Can you suggest any other blogs/websites/forums that deal with the
    same subjects? Thanks!

  8. Howdy! This is my first comment here so I just wanted to give a quick shout out and say I genuinely
    enjoy reading through your posts. Can you recommend any other blogs/websites/forums that deal with the same subjects?

    Thanks a lot!

  9. I’m extremely impressed with your writing skills and also with the layout on your weblog. Is this a paid theme or did you customize it yourself? Anyway keep up the excellent quality writing, it’s rare to see a
    great blog like this one today.

  10. Hey! I’m at work browsing your blog from my new iphone 3gs! Just wanted to say I love reading through your blog and look forward to all your posts! Keep up the superb work!

  11. Really when someone doesn’t understand then its up to other visitors that they will assist, so here it happens.|

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: