Profil

Teknisoft History

Teknisoft, merupakan sebuah organisasi Freelance yang diawali dari perkumpulan anak-anak Teknik Informatika angkatan 2002 di AMIK Garut yang berdiri sekitar tahun 2004, yang semula hanyalah perkumpulan Anak Baru Gede (ABG) yang hanya mengandalkan skill pas-pasan dalam bidang pemrograman Delphi, dengan kegiatan menampung tugas-tugas kuliah, buka rental, proyek pembuatan Tugas Akhir sampai instalasi infrastruktur Jaringan. Namun hal ini yang tadinya iseng mendapat sambutan yang cukup bagus dari kalangan tukang komputer dengan dipercaya membuat project pembuatan software untuk kebutuhan Sistem Informasi berbagai instansi pemerintah dan perusahaan (Home Industry) di kota Garut. Akhirnya pada pertengahan tahun 2005 dengan di pelopori oleh Dede kurniadi, Teknisoft ditekuni dengan serius dengan menjalani kerja sama pemasaran dengan beberapa Pengusaha Tukang Komputer yang ada dikota Garut dan mulai melegalkan diri awal tahun 2007 dengan mendirikan sebuah CV Kecil yaitu CV. Pancamedia yang bergerak dibidang Teknologi Informasi dan Software House yang dibagi dalam beberapa unit usaha yaitu, Teknisoft Cipta Informatika (Jasa Teknologi Informasi dan Software House), Riau Komputer (Kebutuhan Perangkat Komputer), dan Dhi-m.Net (Layanan Internet) Al-Hikmah (Pelatihan TI). Situs Komunitas ini dibangun secara sengaja yang awal mulanya berawal dari hobi belajar PHP secara otodidak dengan tujuan untuk memperkaya ilmu dan berbagi khususnya membikin komunitas yang dapat mengembangkan Teknologi Informasi di daerah khususnya Garut.

Visi, Misi dan Strategi

Perkembangan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi informasi telah menjadi paradigma global yang dominan. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan informasi (internet) adalah langkah strategis agar mampu bersaing di era perdagangan bebas.

Sektor perindustrian, perdagangan, dan terutama sektor pendidikan merupakan potensi investasi daerah memegang peranan penting sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Peningkatan sarana dan prasarana pendukung, serta media promosi dan komunikasi bisnis daerah yang efektif sangat diperlukan dalam menunjang kemampuan bersaing daerah di pasar nasional maupun global.

Pemerintah Kabupaten Garut, melalui pemanfaatan momen Otonomi Daerah secara optimal khususnya dalam hal pengembangan sektor ekonomi dengan mengambil langkah-langkah kegiatan yang langsung dapat meningkatakan PAD, yaitu dengan membuat Sistem Informasi. Dimana kami memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis berbasis Jaringan (Web Based GIS) membuat seluruh data & informasi mudah diakses berdasarkan kebutuhan, baik dalam bentuk Data Base, Peta Online, Multimedia, Pemodelan Masalah, maupun Web-Site Internet. Keseluruhannya dapat ditampilkan dengan cepat, lengkap, dan dilengkapi data terbaru, secara langsung (on-line), sekaligus dapat berkomunikasi efektif dengan para pengusaha dan aparat terkait daerah, bahkan untuk menyediakan media untuk penyampaian pendidikan gratis.

 

Blog Ini sebagai alternatif jika website resmi mengalami dowm.

Situs Resmi Bisa Diakses Dialamat sebagai Berikut:

http://www.teknisoft.net

http://www.teknisoft.or.id

http://www.teknisoft.web.id


Satu Tanggapan to “Profil”

  1. Memang susah jadi manusia saat ini. Karena sekarang ini katanya zaman edan, kalo nggak ikut edan nggak keduman. Makanya banyak anggota dewan yang makan dana siluman. Bahkan ketika ada anggota dewan yang terkenal ‘putih’ diingatkan agar jangan ikut-ikutan, tapi katanya dana itu sayang jika tidak dimanfaatkan, untuk modal bergerak dalam perjuangan. Maka sudah dike manakankah sosok iman, yang seharusnya Qur’an dan Sunnah jadi pedoman, yang bukan hanya semangat dan indah saat diucapkan, dalam kajian – kajian rutin pekanan.
    Katanya zaman kiwari, kalo nggak jual diri nggak makan nasi. Makanya sekarang banyak anak – anak gadis jual diri. Isteri – isteri buka ‘lapak’ dengan alasan bantu suami. Bahkan ada yang lebih parah sang ibu kandung jadi mucikari. Karena langganannya adalah para anggota Dewan yang baik hati. Dengan alasan membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan di negeri ini. Apakah mereka sudah tidak punya harga diri, umbar aurat hanya demi sesuap nasi, seolah sudah tidak ada jalan keluar lagi, seolah jika tidak melakukan itu mereka akan mati. Bukankah rezeki sudah ditetapkan oleh Sang Robbul Izzati. Tinggal bagaimana langkah kita untuk menjemput rezeki. InsyaAllah rezeki yang halal itu telah menanti.
    Katanya zaman gila, kalo nggak gila nggak bahagia. Makanya keluarlah prinsip jika ada kesempatan kita sikat saja. Halal haram sudah dilupa. Uang korupsi dibilang untuk bisnis jualan permata. Yang penting rumah megah ada dua, mobil mewah ada lima serta banyak tanam modal dalam reksadana. Lupakah mereka bahwa dunia ini hanya sementara, dunia yang sifatnya fana, hanya menunggu saat berakhirnya. Bukankah kabar gembira telah datang kepada mereka, akan adanya syurga yang siapapun akan kekal didalamnya. Maka mengapa mereka tidak tergoda untuk masuk kedalamnya.
    Katanya zaman gendeng, kalo nggak sableng nggak dianggap gayeng. Makanya ada motto buat apa hidup dibikin puyeng. Buat apa harus terikat dengan aturan agama untuk hidup yang nggak langgeng. Ngegele di kamar kost dan pergaulan bebas barulah greng. Apakah mereka tidak mudeng? Bahwa perbuatan mereka hanya memuaskan para pemilik modal yang berotak gendeng.
    Katanya zaman mbeling, kalo nggak clubbing nggak dianggap orang penting. Makanya banyak orang yang hobi minum topi miring. Ada ayah yang menggauli anaknya sampai bunting. Berbuat amanah bukan lagi hal yang penting. Akibatnya banyak Anggaran Negara dan Anggaran Daerah yang digunting. Yang penting keluarga dan rekan kerja puas main banking, tak peduli banyak rakyat yang bunuh diri karena pusing. Lupakah mereka dengan hari yang genting. Di Yaumul Hisab kala amal mereka ditimbang ternyata banyak yang garing, dengan hadiah azab neraka yang mendengarnya saja bikin bulu kuduk merinding.
    Katanya zaman sedeng, kalo nggak sedeng nggak digandeng. Makanya banyak pemimpin yang tutup mata kala banyak pengusaha membangun bedeng. Bedeng untuk jual miras dan lokalisasi berbuat sedeng. Karena merekalah yang mensuplai dana kampanye Pilkada dan Pemilu untuk para Kanjeng. Sehingga setelah terpilih seolah mata mereka tertutup hordeng. Harusnya mereka tahu bahwa jabatan sebenarnya bagaikan kaleng, yang ketika diinjak kaki pastilah gepeng. Maka ketika menjabat seharunya mereka menutup bedeng – bedeng, yang membuat masyarakat berbuat sedeng.
    Katanya zaman kalabendu, orang yang berbuat lurus dianggap lucu. Makanya KKN adalah motto hidupku. Sekolah dan guru jualan buku, yang wajib dibeli oleh para wali murid yang pasrah mati kutu, padahal mereka lagi pusing untuk bayar SPP bulan lalu. Sedangkan mereka sudah digaji dari pajak rakyat jenis ini itu. Seharusnya mereka bahu membahu, untuk menghilangkan kebodohan yang sudah membeku, yang dirintis oleh para penjajah sejak ratusan tahun lalu. Sehingga ketika ditanya oleh Allah Yang Maha Tahu, sudahkah menunaikan kewajiban atas jabatanmu itu. Maka senyum merekah akan hadir dari bibirmu, lantas berikan bukti jutaan anak didik yang sekarang tunduk menyembah kepada Allah Yang Satu.
    Katanya zaman burik, jadi orang baik malah dihardik. Maka ketika nasehat diucapkan yang terjadi adalah polemik. Guru tak mau mendengarkan kebenaran dari anak didik. Tetangga tak mau diingatkan bahkan yang menasehati dibilang udik. Anak mengingatkan orang tua malah dibawaan badik. Bukankah Rosulullah datang untuk meningkatkan akhlak manusia menjadi baik. Buahnya adalah hubungan antara sesama adalah ibarat kilauan pelangi yang menarik. Sehingga ketika nasehat datang seharusnya yang terucap adalah labbaik.
    Saat berharap itu telah tiba
    Dikala zaman sungguh susah ‘luar biasa’, yang bisa membuat banyak orang putus asa, maka sambutlah bahwa ramadhan itu telah tiba. Sebuah bulan yang sungguh mulia, namun bisa saja dinanti atau dibenci oleh para pecinta, tergantung dari sudut mana ia melihatnya.
    Ada golongan para pecinta yang sangat bersuka cita dengan kedatangannya. Mereka menganggap saat berharap itu telah tiba. Berharap untuk keadaan diri dan negara. Agar zaman edan ini segera sirna.

    by: Tedi Setiadi ( Permata Intan Garut )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: